Apa yang dimaksud dengan data
Sensasi, pikiran, emosi, ingatan, dan keadaan tubuh disebut sebagai data pengalaman. Sebelum menarik kesimpulan, kita dapat memperhatikan apa yang sedang muncul dan membedakannya dari penilaian yang menyertai.
Ruang tanpa sekat dalam penafsiran sumber
Sunyata dijelaskan sebagai keterbukaan sebelum pengalaman dilekatkan pada label aku, milikku, suka, tidak suka, harus, atau tidak boleh. Bacaan ini mengikuti penafsiran dalam materi Spiral Berkah.
- Penglihatan, suara, sentuhan, rasa, dan bau.
- Pikiran, emosi, ingatan, dan kondisi tubuh.
- Orang lain, informasi, situasi, waktu, dan tempat.
- Peristiwa serta perubahan yang muncul dalam pengalaman.
Menerima data, lalu memperhatikan penafsiran
Sumber menyebut data hadir tanpa label atau kepemilikan. Dalam praktik refleksi, kita dapat mencatat apa yang diamati sebelum menilai artinya. Keterbukaan memberi ruang untuk memeriksa penafsiran, sambil tetap membuat keputusan yang sesuai keadaan.
